PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 5 end

Title ::PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 5

Author :: Maria_Lau

Cast ::

– Cho Kyuhyun AS Marcuss Derrick

– Han Aram AS Maria

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Chapter

Rating :: NC 17

*********

Read More…

PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 4

Title ::PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 4

Author :: Maria_Lau

Cast ::

– Cho Kyuhyun AS Marcuss Derrick

– Han Aram AS Maria

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Chapter

Rating :: NC 17

*********

Read More…

PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 3

Title ::PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 3

Author :: Maria_Lau

Cast ::

– Cho Kyuhyun AS Marcuss Derrick

– Han Aram AS Maria

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Chapter

Rating :: NC 17

*********

Read More…

PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 2

Title ::PIANO (YOU’RE MY CHACONNE) PART 2

Author :: Maria_Lau

Cast ::

– Cho Kyuhyun AS Marcuss Derrick

– Han Aram AS Maria

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Chapter

Rating :: NC 17

*********

Read More…

PIANO (YOU’RE MY CHACONNE)

Title ::PIANO (YOU’RE MY CHACONNE)

Author :: Maria_Lau

Cast ::

– Cho Kyuhyun AS Marcuss Derrick

– Han Aram AS Maria

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Chapter

Rating :: NC 17

*********

Prakata

ini karya kedua dari couple Kyuram. 🙂 . Mungkin nanti akan banyak pertanyaan yang ada di benak para readers. Cerita ini terinspirasi dari beberapa novel dan komik. Jadi jika readers menemukan beberapa scene yang mirip dengan sesuatu, tolong dimaklumi, saya masih belajar. 😀

oke, hope you enjoy!

********

Read More…

MAKHLUK MITOLOGI BERPARAS CANTIK

  1. Siren

Dalam mitologi Yunani, Siren atau “Seirenes” adalah makhluk legendaris, termasuk kaum Naiad (salah satu kaum nimfa Read More…

10 MAKHLUK MITOLOGI SEX

Beberapa makhluk mitologi sex yang bisa dijadikan bahan imajinasi 😛

Read More…

DAFTAR NAMA-NAMA PEREMPUAN SPANYOL YANG FEMINIM

Diawali huruf E, F, G, H, I, J, K, L, dan M, inilah daftar nama-nama perempuan yang feminim dengan origin dari Spanyol disertai artinya di blog SCBSFMdotcom.
Kumpulan nama feminim ini mungkin ngepas digunakan untuk putri Anda yang baru lahir.
Selengkapnya daftar nama-nama perempuan feminim:

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY PART 6 END

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: Maria_Lau

Cast :: – Cho Kyuhyun

– Han Aram

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Capter

Rating :: NC 20(?)

******

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY PART 5

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: Maria_Lau

Cast :: – Cho Kyuhyun

– Han Aram

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Capter

Rating :: NC 20(?)

******~

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY PART 4

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: Maria_Lau

Cast :: – Cho Kyuhyun

– Han Aram

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Capter

Rating :: NC 20(?)

******

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY PART 3

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: Maria_Lau

Cast :: – Cho Kyuhyun

– Han Aram

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Capter

Rating :: NC 20(?)

~~~

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY PART 2

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: Maria_Lau

Cast :: – Cho Kyuhyun

– Han Aram

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Capter

Rating :: NC 20(?)

~~~~

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY PART 1

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: Maria_Lau

Cast :: – Cho Kyuhyun

– Han Aram

Genre :: Rommance, Drama, Yadong

Length :: Chapter

Rating :: NC 20(?)

~~~~

Anyeong readers… J

Kembali lagi dengan ff yang gaje.. hehe

Stil kyuhyun on it. Don’t be bored and still anjoy..

Don’t forget to like and comennt.

Koment kalian adalah penyemangat tersendiri bagi saya. J

Sorry for the typo on some word 😛

…..

Read More…

BEAUTIFUL SWAN

Title :: beautiful swan.

Author :: maria_lau

Cast :: – cho kyuhyun

– han aram

– cho ahra

-lee donghae

Genre :: rommance, magic, Yadong

Length :: oneshoot

Rating :: NC17(maybe)

Anyeong ~~~~ 😀

Mungkin banyak yang sudah menebak jika saya terinspirasi oleh cerita oddette dan swan lake. Dan itu memang betul…

Maaf jika mungkin ada beberapa bagian yang tidak jelas. Karena memang saya masih belajar.

Dont forget to comment and like. 🙂

Happy reading!!!

Read More…

MY BOSS IS DANGEROUS PLAYBOY

Title :: My Boss Is Dangerous Playboy

Author :: maria_lau

Cast :: – cho kyuhyun

– han aram

Genre :: rommance, etc

Length :: oneshoot

Read More…

Violin (Ambition is You) part 2

​Rosella berjalan cepat. Senyuman manis tidak pernah lepas dari bibirnya. Ia sangat senang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan kakek tercintanya. Ia berjalan menelusuri jalanan yang di naungi oleh pohon-pohon besar. Yah, ia tadi membohongi Andrew agar menurunkanya dijalan. Ia tidak mau pria itu datang ke rumahnya. Akan sangat gawat jika hal itu terjadi. Dan Rosella tidak ingin Andrew menemui kakeknya. Pria itu sulit ditebak, dan juga sangat riskan jika mengingat sikap Andrew padanya yang membuatnya bergidik.

Pagar tinggi menjulang itu kini terlihat. Rosella tidak bisa menahan dirinya untuk cepat-cepat menemui kakeknya. Dua orang pria berbadan kekar dengan pakaian hitam-hitam berjaga disana. Mereka langsung menatap Rosella saat ia berjalan mendekat.

“Aku Rosella Aleandro.” ucapnya tenang. Dua orang pria tadi langsung membungkuk hormat. “Maaf, nona Rosella. Akan kami panggil pelayan untuk menjemput Anda.” salah satu dari pria itu membukakan pintu dan yang satu tampak mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang. Rosella melenggang masuk ke dalam dan berjalan sedikit berjinjit saking senangnya. Ah, memang begini rasanya ada dirumah. Rosella bersenandung kecil sembari menikmati hamparan pepohonan dan juga bunga-bunga yang ada di kawasan rumah kakeknya. Jarak pagar dengan rumah kakeknya sangat jauh. Kurang lebih 1 km. Karena itu dibutuhkan kendaraan agar tidak kelelahan. Walaupun begitu, Rosella lebih suka berjalan kaki. 

Tidak lama, sebuah mobil golf mendekat ke arahnya. Seorang pria tua bersetelan jas berdasi kupu-kupu yang mengendarai mobil itu tersenyum dan mengangguk ke arah Rosella. Rosella membalas senyumannya dengan mata berbinar. “Hai Thomas!” ia menghambur naik ke dalam mobil. Thomas turun dan mengangkat kopernya lalu menaruhnya di belakang.

“Kenapa Anda tidak memberi kabar, nona? Saya akan dengan senang hati menjemput Anda.” ucap Thomas sembari mengegas mobil itu perlahan, menikmati pemandangan sekitar. Rosella tertawa, “Aku ingin memberi kejutan.”

“Kau sehat kan, Thomas?”

“Seperti yang Anda lihat.” Thomas tersenyum. Senang mendapati perhatian cucu majikanya yang juga sudah ia anggap seperti cucunya sendiri. Rosella tersenyum. “Bagaimana dengan kakek?”

“Beliau sehat. Masih sering berkutat dengan biolanya.”

Bibir Rosella membentuk huruf o. Ia mengangguk sembari tersenyum. Itu artinya ia bisa bermain biola bersama kakeknya lagi. Rosella merasa tidak sabar untuk melakukanya.

“Oh ya. Tuan Antonio menitip salam.”

Rosella menoleh cepat ke arah Thomas. Pipinya merona. “A..antonio?”. Thomas mengangguk. “Dua hari yang lalu beliau berkunjung kemari. Lalu berpesan, jika Anda pulang Anda harus mengabarinya.” Rosella menunduk, masih merona. “Begitu.”

Antonio. Rosella selalu merona jika mendangar nama itu. Antonio adalah cinta pertamanya, juga tunanganya. Tunangannya. Rosella meraba lehernya yang terdapat sebuah kalung dengan liontin cincin. Cincin pertunangannya bersama Antonio. Ia mencintai Antonio, tapi jika bersamanya, Rosella selalu saja salah tingkah, merona, bahkan seperti patung hidup karena gugup. Tapi Antonio tidak pernah mempermasalahkanya. Pria itu selalu saja bersikap lembut padanya. Hal yang membuat Rosella makin canggung.

“Kau milikku, Rosella.’

Tiba-tiba kalimat itu berkelebat dalam kepala Rosella. Seperti sebuah bisikan Iblis dari kegelapan yang mengingatkan korbanya akan hari kematianya. Rosella bergidik ngeri. Kenapa rasanya nyata? Ia seperti pernah mendengarnya dari seseorang. Suaranya rendah, serak, sarat akan gairah dan penuh dominasi.


Rosella menghambur ke pelukan kakeknya yang sudah menunggunya di teras. “Cucuku, akhirnya.” ucap Mr. Issac senang. Pria tua berpakaian santai itu memeluk cucunya dengan perasaan rindu. “Kenapa tidak memberi kabar?”

Rosella melepas pelukanya, “ini juga diluar rencanaku.” ia tertawa kecil. “Oh, aku rindu sekali dengan kakek.”

Mr. Issac tertawa mendengarnya. Diusapnya kepala Rosella dengan sayang. “Ya, cucuku. Kakek juga merindukanmu. Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Kakek sendiri?”

Mr. Issac tersenyum dan menghela Rosella masuk ke dalam, “Seperti yang kau lihat.” ia membawa Rosella ke lantai atas. Menuju ruang santai berdinding kaca yang langsung menghadap ke hamparan bunga mawar yang ada di bawah. Tempat favorit Rosella. Beberapa pelayan membawakan teh dan camilan-camilan kesukaan Rosella.

“Teh mawar, dengam susu?” tawar Mr. Issac, meski ia sudah tahu apa jawaban Rosella. Gadis itu tertawa, “Kakek tahu aku.”. Mr. Issac tersenyum memperhatikan Rosella yang menuang susu ke dalam teh kesukaannya. “Bagaimana keadaan ibu dan ayahmu?”.

“Oh, baik. Kurasa.” Rosella tampak enggan dan menutupinya dengan meminum tehnya. Senyumnya mengembang setelah minuman favoritnya itu membasahi tenggorokannya. “Teh mawar buatan Meena memang tiada duanya.” pipinya sampai merona karena gembira. Terdapat sinar geli dimatanya saat membayangkan betapa semangatnya Meena, istri Thomas, membuat Teh mawar ini untuknya. Rosella harus bertemu dengan Meena setelah ini.

“Kau masih belum berubah.” Mr. Issac menopang dagunya dengan kedua tanganya. Mengerti sikap Rosella jika menyangkut kedua orang Tuanya. Rosella hanya mengangkat bahu, “Tidak ada salahnya kan? Lagipula aku anak tunggal dari seorang taipan spanyol yang menikahi wanita jerman dan sampai sekarang selalu sibuk bersama urusannya mengenai perusahaannya di berbagai negara. Bahkan tidak ada waktu sekalipun untuk pulang dan menjenguk anak semata wayang mereka.”

Mr. Issac hanya menghela napas panjang. Rosella benar, pikirnya. Justin dan Venessa terlalu sibuk dan tidak pernah sekalipun berkunjung. Mungkin hanya menelpon untuk menanyakan kabar. Orang tua Rosella selalu terbang kesana-kemari untuk mengurus cabang perusahaan mereka di berbagai negara. Dulu, Rosella kecil yang masih berumur lima tahun dititipkan padanya. Mr. Issac masih ingat tangisan Rosella saat orang tuanya meninggalkanya. Gadis sekecil itu. 

Mr. Issac mengajaknya ke inggris karena saat itu ia tengah mengadakan tur untuk pertunjukan biolanya. Disana ia bertemu dengan Marcuss kecil yang sedang bersama Ayahnya menonton pertunjukanya. Mr. Issac melihat ketrampilan Marcuss dan bakat alaminya dalam memainkan piano saat Marcuss yang menekan tuts piano yang ada di atas panggung yang saat itu tidak ada orang disana. Secara khusus ia meminta kepada Ayah Marcuss untuk menjadi guru bagi Marcuss dan disambut antusiasme Orang tua Marcuss. Bersama dengan Marcuss yang berlatih piano, Rosella juga berlatih biola. Mr. Issac sering mengkolaborasikan mereka untuk memainkan instrumen anak-anak seperti Kindersimfoni. Hal itu membuat mereka menjadi dekat dan akhirnya berteman baik. Walau terkadang membuat Mr. Issac sendiri pusing saat mereka bertengkar. Belakangan, Mr. Issac mengetahui jika kakek Marcuss adalah seorang pianis handal. Mungkin itu yang membuat Marcuss memiliki bakat bermain piano. Seperti Rosella yang berbakat bermain biola. Seolah bakat kakek mereka menurun kepada mereka masing-masing.

“Mereka tidak datang di acara pernikahan Marcuss?” tanya Mr. Issac.

“Datang. Tapi hanya sebentar. Setelah itu mereka pergi lagi.” Rosella memasukkan beberapa coklat chip ke mulutnya dan kembali meminum tehnya. “Oh ya. Mr. Bryan titip salam untuk kakek.”

Mr. Issac tersenyum. “Yah, salam kembali. Kau sudah mengatakan pada Marcuss permintaan maaf kakek yang tidak bisa menghadiri pernikahannya?”

“Sudah.” Rosella mengangguk. “Marcuss sangat berharap kakek datang. Ia bilang jika sempat, ia akan mengunjungi kakek. Sekalian ingin memperkenalkan Maria pada kakek.”

“Begitukah? Kalau begitu aku harus mempersiapkan kamar terbaik.” ujar Mr. Issac lalu tertawa. Rosella hanya menggelengkan kepalanya dan menyerngit heran. “Kenapa kakek tertawa?”

“Kakek hanya heran.”

“Heran kenapa?”

“Kau seumuran dengan Marcuss, tapi Marcuss mendahuluimu menikah. Padahal kau duluan yang bertunangan.”. Ucapan Mr. Issac sukses membuat wajah Rosella merah padam.

“Ngomong-ngomong, kau sudah bertemu Antonio?” Mr. Issac menatap Rosella penuh arti. Rosella menggeleng. “Belum. Aku bahkan belum mengabarinya.”

“Kabari dia. Dia pastinya juga merindukanmu.”

Rosella menggigit bibir bawahnya. Mengabari Antonio? Oh ya, ia harus melakukanya. Dan mempersiapkan dirinya.


Rosella duduk dengan gelisah. Suasana direstoran itu sungguh aneh. Dia ada di lantai atas dan mendapat bagian di balkon. Tempat VIP yang dipesan Antonio. Ya. Ia tadi sudah mengabari Antonio tentang kepulanganya. Dan Antonio langsung mengajaknya makan malam hari itu juga. Rosella meremas setelan rok diatas lututnya dan menggigit bibirnya. Kebiasaanya jika gugup. Rona merah sudah tercetak di pipinya. Ia kembali menatap ke arah dinding kaca balkon itu. Memeriksa penampilanya. Kemeja tanpa lengan dengan rok pendek. Rambut coklat panjangnya ia biarkan tergerai begitu saja. Wajahnya berlapis make up tipis. Rosella tampak cantik dan anggun malam ini.

“Menunggu lama?”

Suara itu bagai sentakan bagi Rosella. Ia membatu beberapa detik sampai akhirnya menoleh ke belakang dan mendapati Antonio berdiri dengan tampannya di dekat pintu. Ia mengenakan setelan jas. Rosella merasa wajahnya memanas dan akhirnya napasnya terasa sesak saat Antonio berjalan mendekat dengan kedua tangan ada di belakang tubunya.

“Eh..ti..tidak. Baru saja.” Rosella tersenyum ke arah Antonio yang sekarang sudah duduk di sampingnya. Pria itu menarik tanganya kedepan. Mengejutkan Rosella dengan sebucket bunga mawar yang tadi disembunyikannya di belakang punggung. “Untukmu.”

Rosella menatap bucket mawar itu dengan tidak percaya. Perlahan diambilnya bucket bunga itu dan tersenyum ke arah Antonio. “Terimakasih, ini indah sekali.” Rosella merona. Tidak menyangka akan mendapat hadiah kecil dari Antonio. Bunga kesukaannya.

“Nah,” Antonio menggenggam tangan Rosella dengan lembut. “Aku sudah memesan makanan.”. Rosella menatap tanganya yang digenggam oleh Antonio dan menatap lelaki itu dengan gugup. Antonio tengah tersenyum ke arahnya.

“Sambil menunggu, kita bisa menikmati kesunyian ini.”


Para pelayan restoran itu membungkuk saat Andrew tiba disana. Banyak yang bertanya-tanya kenapa sang CEO tiba-tiba datang dan mengecek segalanya, padahal baru seminggu yang lalu sang CEO kesana dan membuat perombakan besar-besaran dengan restoran itu. Andrew melangkah dengan angkuhnya di antara kursi-kursi restoran. Tidak menghiraukan tatapan para pelanggan yang bertanya-tanya siapa dirinya, dan juga tatapan para wanita yang memuja ketampanannya. Ketampanan Andrew memang patut dilirik dua kali. Terlahir dengan ketampanan luar biasa bak dewa dengan wajah aristokratnya dan rahang yang tegas. Bentuk tubuhnya yang atletis dan berotot itu juga pastinya membuat para wanita ingin merasakan kekerasan otot perutnya yang mencetak six packs itu.

Tapi tidak bagi Andrew. Kini ia sudah tidak tertarik lagi untuk bermain-main dengan wanita-wanita penggoda itu. Ia sudah menemukan gadisnya. Gadis yang akan ia jadikan miliknya. Tapi belum untuk saat ini. Andrew ingin membuat gadis itu memilihnya perlahan-lahan. Gadis itu terlalu berharga untuk disakiti. 

Andrew melangkahkan kakinya di tangga, menuju lantai atas. Setibanya diatas ia menyerngit. Tidak ada orang disana. Kenapa hanya bawah yang penuh? ia menyerngit heran. Andrew hendak turun kembali untuk bertanya pada pelayan saat matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya. Gadisnya.

Andrew mengangkat alisnya dan sedikit tersenyum melihatnya, namun senyumnya memudar saat melihat seorang pria ada disamping gadisnya. Jarak wajah mereka dekat sekali. Rahang Andrew mengeras melihatnya. Tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Mata elangnya berkilat tajam dan giginya mengatup rapat. Berani-beraninya pria itu! Dan emosi Andrew tidak bisa terbendung lagi saat melihat hal yang sama sekali tidak diduganya. Pria itu menyentuhkan bibirnya pada bibir gadisnya. Pria itu mencium gadisnya! Andrew melihat wajah gadisnya memerah dan akhirnya menutup matanya, menikmati lumatan pria itu. Dada Endrew terasa sesak, kemarahannya yang sudah diambang batas membuat dadanya sakit. Napasnya terangah-engah karenanya. Ini tidak bisa dibiarkan. Andrew hendak menghampiri pasangan yang tengah berciuman itu saat sebuah pemikiran baru melintas dikepalanya. Membuatnya mengurungkan niatnya.

“Kau milikku, Rosella.” Andrew tersenyum miring. Memperlihatkan iblis yang berada dalam hatinya.


Rosella langsung terjaga dari tidurnya dan duduk. Wajahnya pucat dan napasnya terengah-engah. Ia bermimpi buruk, lagi. Mimpi yang sama. Mimpi tentang dirinya yang terkurung dalam ruangan gelap dengan tangan yang terikat. Rosella melihat dirinya terbaring di sebuah ranjang. Kemudian sosok hitam tiba-tiba muncul dan mendekatinya, berada diatasnya. Menindihnya!

“Kau milikku, Rosella.”

Rosella meringis memegangi kepalanya. Kata-kata itu terus menggema dalam pikiranya. Selalu membuatnya takut. Kenapa ia selalu bermimpi seperti itu? Apa maksud semua itu? Ketakutan menjalar di tubuhnya, membuatnya gemetar.

“Nona Rosella?”

Rosella tersentak saat pintu terbuka dan Meena muncul dengan raut khawatir. “Anda baik-baik saja?”

“Oh, Meena. Aku tidak apa-apa.” Rosella tersenyum manis, menutupi ketakutanya.

“Sungguh?” Meena mendekat ke arah Rosella dan duduk di ranjang, “Anda sakit? Wajahmu pucat.”

Rosella tertawa, “aku baik-baik saja Meena. Hanya sedikit bermimpi buruk.”

“Mimpi buruk?” Meena mengamati wajah Rosella. “Mungkin Anda harus mengunjungi gereja pagi ini.”

Rosella menghela napas panjang. Gereja. Yah, mungkin sedikit berdo’a dan mengadu pada Tuhan-nya akan membuatnya lebih tenang. Rosella mengangguk. “Baiklah, aku akan kesana.”
Setelah bersiap Rosella keluar dari kamarnya dan menuju bagian belakang rumah. Meena sudah menunggunya disana diatas sebuah mobil golf.

“Apa aku lama?” tanya Rosella sembari melanglahkan kakinya untuk naik ke mobil. Meena tertawa. “Tidak, nona. Hanya beberapa menit aku menunggu.” ia pun menyetir mobilnya melintasi jalan yang diapit oleh tanaman beraneka warna.

“Aku tidak melihat kakek pagi ini. Dimana kakek?”

“Oh, Tuan Issac pergi bersama Thomas. Bermain golf seperti biasa. Kita bisa mengunjungi mereka sepulang dari gereja.”

Rosella tersenyum dan mengangguk setuju. Mereka mulai melewati pepohonan dan jajaran pinus yang tinggi menjulang. Itu berarti mereka hampir sampai. Dan benar saja. Rumah putih mungil itu terlihat. Dengan tanda salib besar yang ada di atas pintu. Suasana begitu hening dan damai. Rosella bisa merasakannya.

Gereja kecil itu dibuat Mr. Issac khusus untuk para pelayan agar mereka bisa sembahyang tanpa harus keluar dari area rumah. Lokasinya ada di bagian belakang area rumah dan berada di tengah-tengah hutan pinus. Rosella sendiri bingung dengan luasnya rumah Kakeknya. Neneknya sudah meninggal saat usianya 12 tahun. Dan menurutnya rumah ini terlalu besar untuk ditinggali kakeknya seorang diri. Meski banyak pelayan di rumah ini.

Rosella turun dari mobilnya dan membenarkan letak syalnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin. Ia tidak menggunakan tas apapun, hingga memudahkannya untuk melenggang turun menuju gereja. Angin sedikit bertiup dan memainkan ujung syalnya juga rambutnya. Perlahan Rosella melangkah menaiki tangga diikuti Meena. Sedikit kesusahan membuka pintu karena berat.

Dan disanalah mereka. Duduk damai didepan tuhan mereka. Memanjatkan do’a dan pujian-pujian sebelum akhirnya tenggelam pada kebutuhan masing-masing. Rosella menutup matanya dan menautkan jemarinya, menempatkan tautan tanganya didepan dadanya. Saat dirinya tengah berkomunikasi dengan tuhannya, kelebatan bayangan dalam mimpinya muncul. Rosella sedikit menyerngit. Apa ini?

“Kau milikku, Rosella.”

Rosella tersentak dan langsung membuka matanya. Wajahnya memias dan keringat dingin mengalir di pelipisnya. Jantungnya berdegup dengan cepat. Apa yang barusan? Kenapa tiba-tiba ia kembali melihat mimpinya? Dan suara itu, kenapa selalu terngiang dalam pikiranya? Tiba-tiba ia merasakan sakit di kepalanya. Berdenyut-denyut. Membuatnya menyerngit. Ya tuhan, kepalaku, batin Rosella kesakitan. Meena yang menyadari pergerakan Rosella yang terlihat kesakitan terlihat khawatir. “Nona, anda tidak apa-apa?”

Rosella menggeleng dan mencoba tersenyum. “Tidak apa-apa Meena. Hanya pusing.”

“Sebaiknya kita kembali sekarang. Ini pasti karena Anda belum sarapan.”

Rosella mengangguk dan membiarkan Meena memapahnya keluar.

Violin (Ambition is You) part 1

Rosella duduk diam di sebuah bangku panjang. Suasana taman mawar hotel eksekutif tempat Maria dan Marcuss menikah sangatlah luar biasa. Tempat itu tadi digunakan untuk acara  wedding photo. Suasananya sungguh romantis. Rosella tidak henti-hentinya tersenyum melihat hamparan bunga mawar disana. Bunga kesukaannya. Ia ingin memetiknya, tapi pastinya hal itu tidak diperbolehkan.

“Sendiri?”

Suara bariton itu terdengar begitu saja. Membuat Rosella  menoleh ke arah sang pemilik suara. Dilihatnya seorang pria bersetelan jas yang pastinya mahal berjalan mendekat ke arahnya. Tubuhnya terlihat tegap dan atletis. Jas ketatnya yang mengepas di tubuhnya menegaskan dadanya yang bidang dan tampak sempurna. Dengan ketampanan aristokrat yang kental dan senyuman manis yang membuat sepasang lesung pipit muncul di pipinya. Wajah oval dengan rahang tegas, bersama mata biru jeans tajamnya dengan alis tebal. Pastinya membuat para wanita menoleh dua kali saat berpapasan denganya. Tapi tidak sama hal nya dengan Rosella. Senyumannya pudar begitu melihat siapa yang datang. Dan dengan malas, dialihkanya pandanganya ke tempat lain.

“Apa Anda melihat seseorang selain saya disini, Mr. Andrew?” Rosella berkata retoris. Terasa malas tiba-tiba. Kenapa lelaki ini ada disini?

Andrew tertawa mendengarnya. “Ah, kau benar. Sebaiknya aku ganti pertanyaanku.” ia mendudukkan dirinya disamping Rosella. “Sedang apa kau disini sendirian?”

Rosella mencoba tersenyum meski terpaksa, “Saya rasa itu bukan urusan Anda.” ucapnya mencoba membiasakan suaranya agar tidak terdengar kesal.

“Mungkin kita tidak seharusnya bersikap formal.” Andrew tersenyum mendengar perkataan Rosella yang menurutnya lucu itu. “Kau sahabat Marcuss, begitu juga denganku. Walaupun kita tidak pernah bertemu. Dan baru 3 hari ini kita selalu berpapasan.”

Rosella memutar bola matanya. Kenapa Marcuss memilih untuk berteman dengan lelaki seperti Andrew? Orang ini sedikit menyebalkan.

Rosella memang 3 hari ini membantu Marcuss mengurusi pernikahanya. Hingga akhirnya membuatnya terus berurusan dengan Andrew Michael. Pengusaha sukses di bidang perhotelan dan juga putra taipan kaya Jerman. Marcuss meminta bantuan Andrew untuk memesan hotel terbaiknya yang ada di Italia untuk pernikahanya. Karena itu kini pria itu disini. Sebagai tamu undangan sekaligus CEO dari hotel itu.

Rosella tidak suka pada pria itu. Reputasinya sebagai playboy berada jauh di atas Marcuss. Meski sekarang berita-berita tidak menyebutkan siapa kekasihnya, atau ada yang mengatakan dia sudah mempunyai calon yang tidak dipublikasikan. Sifatnya yang terkenal arogan dan keras membuat Rosella menyerngit saat Andrew dengan santainya tersenyum padanya dan juga pada Marcuss dan Maria. Padahal jika dengan pegawainya ia sangat dingin dan tanpa ekspresi.

Tapi beberapa hari disini membuat Rosella jengah dengan sikap Andrew. Beberapa kali ia memergoki Andrew tengah menatapnya sembari tersenyum. Senyuman aneh yang membuat Rosella bergidik jijik. Pandangan tersirat yang menunjukan hasrat. Dan akhirnya Rosella tahu. Pria itu sepertinya mengincarnya. Entah kenapa. Dan setelah kejadian ia memergoki Andrew, pria itu menjadi tidak sungkan-sungkan dan dengan terang-terangan memperlihatkan ketertarikanya pada Rosella. Dan seperti sekarang ini. Dengan tidak tahu malunya Andrew menatap Rosella dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tetap dengan senyumanya. Rosella menjauhkan tubuhnya dari Andrew, bergeser ke ujung bangku. Tapi dengan santainya Andrew kembali mendekatkan dirinya.

“Malam ini dingin, akan hangat jika kita duduk berdekatan.” ucapnya tanpa rasa malu. Rosella menatap Andrew dengan kesal. Lelaki ini benar-benar menyebalkan. “Sebaiknya Anda istirahat.” Rosella bangkit dari duduknya. “Saya permisi.” kemudian pergi meninggalkan Andrew yang menatapnya tetap dalam senyumanya. “Well, tidak apa. Akan kubuat kau jadi milikku. Rosella Aleandro.” ucap Andrew dengan senyum miring liciknya dan kemudian menjilat bibir atasnya.


Rosella membolak-balikkan tubuhnya di ranjang dengan tidak tenang. Ia tampak gelisah. Seperti seekor domba yang sedang di awasi oleh seekor serigala. Ia benar-benar tidak tenang malam ini. Pikiran tentang Andrew yang terlihat tertarik pada dirinya membuatnya tidak tenang. Lelaki itu berbahaya. Ia harus secepatnya menjauh dari Andrew. Kalau tidak, ia bisa hancur. Rosella bengkit duduk diranjangnya. Dihelanya napas panjang dan kemudian mengambil segelas air yang entah sejak kapan sudah berada disana. Mungkin pelayan hotel yang menaruhnya, ia sendiri tidak tahu kapan mereka masuk. Ditenggaknya air itu hingga habis. Membuatnya sedikit tenang. Dan mulai merasa mengantuk. Rosella memposisikan dirinya diranjang dan tertidur dengan selimut menyelimutinya hingga pinggang.

***** 

Pintu itu terbuka. Dengan akses kunci duplikat yang pastinya hanya dia yang bisa melakukanya. Mengingat cara masuk kamar hotel itu yang hanya menggunakan sebuah kartu khusus. Dia beruntung memiliki kartu istimewa yang dapat membuka semua kamar di hotel itu.

Ia tersenyum puas melihat gadisnya tertidur di ranjangnya. Dan dilihat dari teko kaca bening yang hanya terisi setengah, itu berarti gadis itu telah meminum air itu. Air yang tadi sengaja ditaruhnya disana. Yang sudah dicampurinya dengan obat tidur pastinya. 

Ia berjalan mendekat ke arah ranjang. Mengamati dengan pandangan lapar kepada gadis yang sudah membangkitkan gairahnya. Dibelainya wajah gadis itu. Kulitnya terasa halus, sehalus sutra. Jarinya turun ke arah bibir gadis itu dan perlahan-lahan terus turun membelai bagian dada dan kemudian menyibakkan selimut yang menutupi tubuh gadis itu.

Tidak ada pergerakan dari gadis itu. Obat itu benar-benar manjur. Ditatapnya tubuh gadisnya yang tertutup oleh gaun tidurnya. Membuatnya terlihat seksi dengan bagian bawah gaun itu yang sedikit tersibak dan memperlihatkan paha putihnya. Dengan nekat, ia naik ke atas ranjang dan menindih gadisnya. Mengecup bibir gadis itu lembut dan melumatnya. Menyesap manisnya bibir merah menggoda yang lebih nikmat dari anggur manapun. Membuatnya ketagihan.

Ia menegakkan tubuhnya. Napasnya terengah akibat gairahnya. Namun ia tidak sampai disitu. Ditariknya tali gaun tidur gadis itu yang menutupi bagian dada. Membuat bagian dada itu terbuka dan memperlihatkan sepasang payudara indah yang tidak tertutup bra. Ditenggelamkanya kepalanya di sana dan menghirup aroma gadisnya yang begitu memabukkan. Aroma mawar.

Tanganya membelai bagian payudara gadis itu dan menggenggamnya. Merasakan betapa lembutnya kulit gadisnya yang bagaikan sutra. Gadis itu sedikit bergerak dalam tidurnya. Keningnya menyerngit, dengan matanya yang masih tertutup. Tapi kemudian gadis itu kembali rileks dan bernapas teratur. Merasa puas. Ia bangkit dari tubuh gadisnya. Merapikan gaun tidurnya dan menyelimutinya kembali. Sebelum pergi, ia mengecup bibir gadisnya dengan lembut dan berkata penuh penekanan.

 “Kau milikku, Rosella.”


Rosella langsung terjaga dari tidurnya. Napasnya terengah-engah. Ia bangun duduk dan mengusap wajahnya yang pucat. Mimpi yang aneh. Tapi terasa nyata. Rosella menyentuh bibirnya. Seperti ada yang menyentuhnya sebelumnya. Dengan panik ia turun dari ranjang dan melangkah ke pintu. Terkunci. Ia menghela napas lega. Yah, mungkin ia memang bermimpi dan terasa nyata. Atau mungkin karena ia ada di italia? Salah satu negara romantis di Eropa yang membuatnya merasakan hayalan percintaan? Rosella mengangkat bahunya tidak peduli. Toh, ia sudah mengunci pintu. Dan pastinya itu semua hanya mimpi.


Rosella berjalan ke ruang privat VIP yang dipesan Marcuss untuk mereka makan bersama. Semalam ia sudah memesan tiket untuk ke spanyol. Sudah lama ia tidak mengunjungi kakeknya. Ia rindu rumahnya. Ingin sekali ia cepat-cepat memajukan waktu dan segera berangkat ke Spanyol, pulang ke negaranya. Juga untuk menjauh dari Andrew.

Semua sudah berkumpul di ruangan itu saat Rosella masuk. Dan pelayan sedang menurunkan beberapa hidangan dari meja dorong. Rosella melangkah menuju kursi kosong.

“Maaf aku terlambat.” ujar Rosella dengan tersenyum minta maaf.

“Tidak apa-apa. Makanan juga baru saja datang.” ujar Mr. Bryan yang ada di sebrangnya. Ia duduk di sebelah Maria dan sebelahnya lagi adalah Marcuss. Beberapa kerabat dari Mr. Bryan dan juga sahabat beliau ada di sana.

“Selamat pagi.” seseorang masuk ke ruangan itu dan langsung memposisikan dirinya di kursi kosong di sebelah Rosella. Rosella terperangah melihat siapa yang duduk disampingnya. Andrew?

“Marcuss yang mengundangku.” bisik Andrew seakan bisa mengerti apa yang ada di pikiran Rosella. Rosella langsung menatap Marcuss dan terlihat pria itu tengah menikmati makananya. Bukan salah Marcuss jika Andrew disini. Lagipula ia belum bercerita pada Marcuss perihal kelakuan Andrew. Rosella menghela napas pasrah. Tapi kemudian ia mencium sesuatu. Aroma parfum maskulin. Sama seperti aroma yang tertinggal dikamarnya. Secepat kilat ia menoleh ke arah Andrew. Pria itu juga tengah menatapnya dan tersenyum ke arahnya. Senyuman aneh lagi. Rosella membuang pandanganya ke arah lain. Matanya menyerngit heran. Tapi kemudian ia menarik kesimpulan, hotel ini milik Andrew, pastinya lelaki ini yang mendesign seluruh bangunan. Tidak menutup kemungkinan jika ia menghendaki wangi yang sama dengan wangi parfumnya pada setiap kamar hotel.

“Rosella, kau berangkat nanti kan?” tanya Mr. Bryan di sela makanya. Rosella mengangguk sembari menyuapkan spageti ke mulutnya. “Mungkin aku tidak bisa mengantarmu ke bandara. Titip salam untuk kakekmu ya?”

Rosella tersenyum dan mengangguk, “akan saya sampaikan.”

Andrew memperhatikan Rosella dengan sedikit menyerngit. Entah apa yang dipikirkanya karena setelah itu ia bertanya pada Rosella. “Kau akan pulang ke Spanyol?”

Rosella menoleh ke arah Andrew dengan sedikit terkejut. Ia menatap ke arah orang-orang yang tengah menatap ke arahnya. Seakan menuntutnya untuk menjawab pertanyaan Andrew. Rosella pun akhirnya mengangguk ke arah Andrew sembari tersenyum terpaksa. Pria itu tampak berpikir sembari menyuapkan makananya.


“Jaga dirimu ya?” Maria memeluk Rosella dan menepuk punggungnya lembut. Rosella mengangguk dan melepas pelukanya. Ia tersenyum ke arah Marcuss.

“Aku titip salam untuk kakekmu. Juga untuk pangeranmu.” Marcuss tersenyum lebar ke arah Rosella yang tengah menatapnya dengan pipi merona, mengerti tentang apa yang dikatakan Marcuss. Maria tersenyum melihatnya.

“A..aku pergi dulu.” Rosella langsung bergegas masuk dan mengangkat kotak biolanya.

“Hati-hati!” seru Marcuss. Rosella berbalik dan melambaikan tanganya sembari tersenyum.
Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, akhirnya Rosella tiba di spanyol. Ia keluar bandara dengan menenteng kotak biolanya dan juga menyeret koper sedang miliknya. Sekarang saatnya mencari taksi.

“Rosella?”

Rosella menoleh merasa namanya dipanggil. Seketika itu wajahnya memucat.

“A..Andrew?” ia menatap pria didepanya dangan tidak percaya. Andrew ada didepanya. Masih menggunakan setelan jasnya yang tadi. Pria itu tertawa dan mengangkat bahunya. “Kebetulan yang indah ya? Aku ada rapat mendadak di spanyol dan langsung kemari menggunakan jet pribadiku. Ternyata bertemu denganmu disini.”

Rosella terperangah. Ya tuhan. Pria ini disini? Di spanyol? Tidak!

“Ah, mobilku sudah datang.” Andrew menatap ke sebuah mobil hitam mewah yang baru saja berhenti di depan mereka. “Karena ini sudah memasuki waktu makan siang, bagaimana jika aku mentraktirmu di restoranku?”

Rosella menggeleng cepat-cepat. “Ti..tidak! Aku akan langsung pulang saja.”

“Jangan sungkan. Aku memaksa.” Andrew tersenyum dan memberi isyarat pada seseorang yang berjalan mendekat ke arahnya untuk membawa koper Rosella. Rosella tidak bisa berbuat banyak saat kopernya di ambil oleh anak buah Andrew. “Biar kubawakan kotak biolamu.” Andrew menarik kotak biola Rosella.

“Jangan sentuh!” dengan cepat Rosella menarik kotak biolanya dari jangkauan Andrew. Nafasnya terengah. Andrew terkejut, namun ia segera menguasai dirinya. Rosella seakan tersadar akan dirinya sekarang dan apa yang dia lakukan. “Ma..maaf. Kotak biola ini biar kubawa sendiri.” ucapnya sedikit merasa bersalah. Andrew menatap Rosella dengan diam. Gadis itu memeluk kotak biolanya seperti seorang ibu yang melindungi anaknya. Sepertinya biola itu sangat berharga untuknya.

“Maaf.” Andrew tersenyum menyesal. “Ayo masuk.” dihelanya Rosella perlahan agar masuk ke mobilnya.  Rosella akhirnya menurut tetap dalam posisinya, memeluk kotak biolanya.
Andrew berkali-kali melirik ke arah Rosella. Gadis itu tetap diam sembari sesekali menyesap kopinya. Tidak ada pergerakan lain selain yang dilihatnya. Sedikit bosan disini, pikir Andrew. Ia harus mencairkan suasana agar Rosella merasa nyaman bersamanya.

“Biola apa yang ada di dalam kotak itu?” tanya Andrew. Rosella mengangkat kepalanya dan melirik kotak biolanya yang ia letakkan disampingnya.

“Ini Paganini.”

Andrew mengangkat alisnya tidak percaya, “Paganini? Apa kau mendapatkannya dari kakekmu Rosella?”. Rosella menatap Andrew terkejut. Pria ini tahu? “Kau tahu?”.

“Tentu saja.” Andrew tersenyum, sembari menganggukkan kepalanya. “Sedikit banyak aku tahu tentang kakekmu.”.

Rosella memucat, tapi tidak berbicara lagi. Jika Andrew tahu kakeknya, itu berarti kemungkinan besar pria itu akan mengantarnya sampai rumah. Celaka. Ia harus segera pergi tanpa diketahui Andrew. Rosella melirik ke arloji mahalnya. Andrew sepertinya mengerti akan gerak-gerik Rosella. “Kau terburu-buru ya?”

Rosella menatap Andrew, “maaf. Aku harus segera pergi. Terimakasih untuk kopinya.” Rosella mengambil kotak biolanya. “Bisa kau turunkan koperku?”

“Tidak usah, aku akan mengantarmu.” Andrew bangkit dari kursinya dan memberi isyarat pada seorang pelayan. Rosella terperangah. Apa? “Ti..tidak! Aku bisa sendiri!”

“Aku memaksa.” Andrew tersenyum dan berjalan mendahului Rosella keluar restoran. Rosella hanya terperangah melihatnya. Pria itu benar-benar tukang paksa.

***** 1

LET’S MAKING LOVE

Aram masih belum bisa tidur. Berkali-kali ia mencoba memejamkan mata, tapi hasilnya ia akan kembali terjaga. Sekujur tubuhnya gugup tak tertahankan. Gelisah tak karuan. Namun ia mencoba menetralkan napasnya, agar terdengar seperti terlelap. Ia tak ingin membangunkan Kyuhyun yang tidur di belakangnya.


Satusnya sekarang adalah istri dari Cho Kyuhyun. Orang yang dijodohkan denganya oleh orang tua mereka saat ia berusia 16 tahun. Mereka menikah setelah Aram lulus sekolah menengah dalam usia 17 tahun. Perbedaan umur mereka cukup jauh. 9 tahun.
Menjadi seorang istri dalam usia semuda itu membuat Aram merasa takut. Ia merasa masih seperti anak ingusan. Tentu saja ia masih polos. Namun ia tahu apa yang akan dilakukan sepasang suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologis. Usianya yang terpaut jauh di bawah Kyuhyun membuatnya takut. Kyuhyun lebih dewasa darinya. Ia takut jika Kyuhyun menyakitinya saat melakukannya. Tapi ia juga malu. Ia belum siap jika harus tampil telanjang didepan suaminya.

Setiap malam Aram selalu tidur lebih dulu tanpa menunggu Kyuhyun pulang. Meski dalam artian itu ia tak pernah bisa tidur. Hingga ia pasti tahu jam berapa biasanya Kyuhyun pulang. Dan apa yang dilakukan Kyuhyun setelah pulang dan sebelum tidur.

Kyuhyun biasanya akan pulang jam 9. Karena itu ia harus sudah naik ke tempat tidur jam 8.30 setelah sebelumnya menyiapkan piama untuk Kyuhyun. Kyuhyun akan mandi setelah pulang dan mencium dahinya sebelum tidur. Aram tak menyiapkan makan malam karena Kyuhyun pernah mengatakan jika ia biasa makan bersama ayahnya di restoran miliknya yang dekat dengan kantornya.

Saat pagi Aram juga bangun lebih pagi. Menyiapkan pakaian kantor Kyuhyun dan air hangat untuk suaminya mandi lalu membuat sarapan. Mereka biasa bertegur sapa saat pagi menjelang sarapan dan saat Kyuhyun akan berangkat ke kantor. Setelahnya mereka tenggelam dengan kesibukan mereka sendiri. Kyuhyun dengan kantornya dan Aram dengan kuliahnya. Ya, Aram kuliah. Keluarganya memang tidak mengijinkannya karena itu sudah tradisi turun temurun jika Aram harus memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri saat usianya 17. Tapi Kyuhyun mengijinkannya meneruskan sekolah dan memberi penjelasan kepada orang tua Aram. Akhirnya orang tua Aram setuju. Dengan syarat, tidak ada alasan untuk hamil dan setelah Aram wisuda, gadis itu tidak boleh bekerja.

Kyuhyun sangat baik kepadanya. Meski pertemuan mereka hanya bisa terjadi di pagi hari yang singkat. Ia menghormati Aram dan tidak pernah sekalipun mengungkit tentang diri mereka yang belum melakukan hubungan suami istri. Aram selalu lega sekaligus takut. Apa yang ia lakukan ini benar?


Paginya, seperti biasa, Aram bangun lebih dulu. Masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air di bathub untuk Kyuhyun mandi. Setelahnya ia turun ke dapur untuk membuat sarapan. Kemarin ia belum berbelanja. Karenanya di kulkas hanya ada roti tawar, telur, tomat, dan selada. Juga ada susu. Aram memutuskan untuk membuat sandwich isi telur. Tak lupa mengingatkan dirinya untuk meminta maaf pada Kyuhyun.

Setelah selesai menatap piring dan makanan dimeja, Kyuhyun muncul dengan stelan Armani-nya dan terlihat terburu-buru. Ia menenteng tas kantornya dan menyisir rambutnya yang basah kebelakang dengan tangan. Aram tersenyum ke arah Kyuhyun yang dibalas sapaan lembut oleh lelaki itu, “Pagi.”

Kyuhyun menarik kursi dan duduk untuk menikmati sarapannya. Aram ikut duduk dan menatap Kyuhyun takut-takut. “Maaf, hanya ada ini. Aku belum belanja.”. Kyuhyun mengalihkan perhatiannya dari sandwichnya dan tersenyum. “Tidak apa-apa. Aku tahu kau sibuk. Lebih baik pesan-antar saja. Itu lebih menghemat tenaga.”. Aram mengangguk, tapi wajahnya tetap terlihat menyesal. Ia kemudian menikmati sarapannya tanpa banyak kata.

Setelah sarapan Aram mengantar Kyuhyun ke depan. “Aku pergi dulu.” ucap Kyuhyun lalu mencium kening Aram. Aram merona, namun memaksakan sebuah senyum gugup. Kyuhyun kemudian masuk ke Alfa Romeo hitamnya dan meluncur pergi. Aram kemudian memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap kuliah, setelah sebelumnya memberesi perkakas kotor dan mencucinya.


“Aram!” seru Kyungri yang berlari-lari kecil mendekat ke arah Aram. Aram yang tengah membaca buku di bangku taman kampus mendongak dan tersenyum heran. “Ada apa Kyungri?”. Kyungri terengah-engah dan duduk di sebelah Aram. “Apa kau sudah bertanya pada kakakmu?”. Aram menyerngit, “Bertanya apa?”. Kyungri melengos kecewa dan memandang Aram jengkel. “Tentang hubungannya dengan Hyuna. Jangan bilang kau lupa.”

Aram menepuk dahinya lalu memandang Kyungri penuh permintaan maaf. “Maaf, aku belum bertanya padanya.”. Kyungri mengerang kecewa.

“Lagipula kenapa kau ingin tahu perihal hubungan mereka?” Aram menatap Kyungri bingung. Kyungri tersenyum lalu mengibaskan rambutnya yang panjang kebelakang. “Kau seperti tak tahu aku. Kau tahu kan jika aku menyukai kakakmu?”

Aram terkekeh geli. Ah tentu saja. Siapa yang tak menyukai kakaknya yang luar biasa tampan itu? Kakaknya sungguh populer di kalangan para wanita. Tiada yang tak jatuh ke dalam pesona kakaknya. Wajahnya seperti malaikat, dengan tutur kata lembut dan tata kramanya yang tak bercacat. Tapi sudah banyak wanita yang menjadi korbannya. Kakaknya paling lama menjalin hunbungan hanya 4-7 hari, lalu kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja. Ia sendiri bingung dengan apa yang ada dipikiran kakaknya.

“Oh, ya. Kau mau ikut tidak sepulang kuliah? Taeyon ulang tahun. Ia mengundang semua teman satu kelas kita dulu. Sekaligus reuni.”

Aram tampak berpikir. “Mungkin, tapi kira-kira jam berapa acaranya selesai?” takut jika nanti ia pulang bertepatan dengan Kyuhyun. Bisa gugup setengah mati ia.

“Entah, mungkin jam 8.” Kyungri mengangkat bahu. Aram merenung. Keburu atau tidak ya?

“Hei adik kecil.” sapa suara bariton. Aram dan Kyungri menoleh dan terkejut mendapati seorang pria tampan berjalan mendekati mereka dengan gaya berjalannya yang elegan. Kyungri menelan ludah melihatnya. Sementara Aram tersenyum. “Kakak.”

Anri berdiri di belakang Aram persis lalu mengelus rambut adik satu-satunya itu dengan sayang. “Sedang sibuk?”. Aram menggeleng, “Tidak. Sudah selesai.”. Anri tertawa dan tersenyum ke arah Kyungri dengan senyuman menawannya yang sukses membuat Kyungri lemas. “Susah sekali menemuimu. Sudah lama kita tidak makan bersama. Mau menemaniku?”

Aram menatap Anri bingung, lalu menoleh ke arah Kyungri yang tengah melayang dengan pikirannya. “Mungkin lain kali. Aku akan pergi bersama Kyungri untuk menghadiri acara ulang tahun teman SMA dulu.”.

“Oh sayang sekali.” Anri tampak kecewa. “Padahal ada banyak hal yang ingin kuberitahukan padamu.”. Ia berpikir sejenak lalu menoleh ke arah Kyungri. “Maaf nona, bisakah kau meninggalkan kami sebentar? Aku ingin berbicara dengan adikku. Kami butuh privasi.”

Wajah Kyungri kontan memerah saat Anri kembali tersenyum padanya. “I..iya. Silahkan.” ia bangkit dan langsung menjauh. Anri kemudian duduk di sebelah Aram yang tengah menatapnya penuh rasa ingin tahu.

“Begini, Aram. Kau tahu kan kita sudah sering bersama sejak kecil?” tanya Anri. Aram mengangguk. “Aku tahu dirimu seperti apa. Beberapa hari ini aku melihatmu tampak seperti gelisah. Apa ada sesuatu yang mengganggumu? Atau kau ada masalah dengan suamimu?”

Aram langsung menangkup pipinya. “Benarkah aku terlihat gelisah?” gumamnya. Anri mengangguk. “Apa kau ada masalah dengan Kyuhyun? Katakan saja.”

Aram berpikir sejenak. Masalah dengan Kyuhyun? Hubungan mereka baik-baik saja. Tapi ia memang selalu gelisah. Masalahnya bukan dengan Kyuhyun, tapi dengan dirinya sendiri. “Kondisimu baik-baik saja?” tanya Anri, lalu menyentuh kening Aram. Aram mengangguk. Senyuman Anri kini tampak nakal. “Apa aku sudah punya keponakan?”. Spontam Aram memerah. Ia tampak salah tingkah. “Be..belum..”. Anri tertawa dan menepuk kepala Aram lembut. “Jangan lama-lama. Ayah dan ibu pastinya sudah menantikannya.”. Aram menunduk. Benar juga. Tapi ia masih kuliah.

“Tapi aku masih kuliah.” Aram menatap kakaknya dengan lesu. Anri mengangkat alis dan tersenyum. “Tidak masalah kan? Lagipula itu juga syarat yang di ajukan ayah dan ibu jika kau kuliah. Cucu secepatnya dan kuliah bukan alasan.”. Aram memukul lengan kakaknya agak keras. Wajahnya merah padam. Anri tertawa melihatnya. Beberapa saat kemudian mereka hanya terdiam.

“Aram,” anri bergumam pelan dan menatap Aram. “Apa kau bahagia dengan pernikahanmu?”. Aram mendongak menatap Anri. Ia berpikir sejenak dan mengangguk ragu. “Ya…”.

“Apa kau..” Anri berdehem, sedikit ragu, “sudah melakukannya dengan Kyuhyun?”. Aram berpaling, menghindari tatapan Anri, juga menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Aram?” “Belum.”. Anri terperangah. Menatap Aram tak percaya. “Apa? Tapi…” ia berpikir sejenak, “ini sudah sekitar…1 bulan semenjak kalian menikah.”. Ditatapnya sekeliling, takut ada yang mendengarkan. Aram menunduk. Tak berani menatap wajah kakaknya. Anri menghela napas panjang lalu menatap wajah adiknya penuh arti. Ia tahu apa yang dirasakan Aram. Meskipun ia lelaki, ia juga mengerti akan apa yang ada di pikiran para gadis seperti Aram.

“Dengar Aram, aku tahu apa yang kau rasakan. Maksudku, ” Anri mengambil jeda sejenak, “Beberapa wanita memang mengalami hal sepertimu. Tapi percayalah. Kyuhyun takkan menyakitimu. Ia akan menjagamu. Lagipula itu kewajibanmu.”

Aram menghela napas panjang. “Aku tahu. Tapi aku takut…” ia berucap lirih. “Usia kami..” “Aram,” sela Anri, di genggamnya tangan adiknya dengan lembut. “Dengar. Kau seorang istri. Itu kewajibanmu. Dan sifat alami seorang lelaki di dekat seorang wanita, apalagi jika wanita itu istrinya, kau tahu kan?”. Aram memerah mendengarnya. Anri tersenyum. “Aku lelaki. Aku juga terkadang merasakannya. Kau tahu kan lelaki juga akan mengalami yang namanya mimpi basah?”. Aram berpikir sejenak. Kenapa kakaknya malah mengatakan hal-hal seperti itu?

“Apa hubunganya?” tanya Aram sedikit enggan. Anri terkekeh. “Aram, kau mengambil jurusan dokter. Sudah sepatutnya hal-hal biologis seperti itu kau tahu. Seorang pria akan mengalami mimpi basah. Kau pasti tahu detailnya jadi aku tak perlu menjelaskan. Itu masalah remaja. Tapi Kyuhyun sudah dewasa dan beristri, yaitu dirimu. Kemana lagi ia membutuhkan pelampiasan jika ia sedang…”

“Cukup.” Aram menutup telinganya yang memerah. Ia menggelengkan kepalanya. Pikirannya penuh dengan bayangan-banyangan gila, apalagi wajahnya kini bersemu merah.

“Aku harus meneruskannya. Ini demi kebaikanmu juga.” Anri meraih tangan Aram agar tidak menutupi telinganya. “Lelaki ada yang bisa menahan dirinya dan ada juga yang tidak. Biasanya pria yang pernah berhubungan badan sebelumnya akan cenderung tidak bisa menahan dirinya.”Anri tersenyum ke arah Aram yang kini terlihat mendengarkan. “Yah, singkatnya, lebih baik kau singkirkan semua perasaan takutmu itu. Akan bahaya jika Kyuhyun terlalu lama menunggu. Kau pastinya tidak mau kan jika Kyuhyun melampiaskannya kepada wanita lain?”. Aram menunduk. Anri menatap Aram penuh arti. Yah, setidaknya ia hanya tidak ingin Aram mengetahui hal sebenarnya. Tentang masa lalu Kyuhyun yang playboy seperti dirinya. Sangat mungkin terjadi jika Kyuhyun melampiaskan gairahnya kepada wanita lain.

“Pikirkan ya.” Anri menepuk kepala Aram sembari bangkit dan berjalan pergi. Aram masih terdiam merenungkannya.

 

Aram memutuskan pulang ke rumah. Ia tidak jadi ikut acara yang dikatakan Kyungri tadi. Ia merasa tidak bersemangat dan pening. Sampai di rumah pun ia masih memikirkan perkataan Anri. Ia tak bisa konsentrasi pada kuliahnya dan ia juga tak berselera makan. Ia hanya meminum susu hangat karena ia merasa tenggorokannya sakit. Sangat tidak nyaman untuk menelan makanannya. Pembantu panggilannya yang biasa datang untuk memberesi rumah juga tampak khawatir karena Aram sama sekali tidak menyentuh makanannya. Hanya sesuap dan ia tak makan lagi.

“Maaf bibi, tenggorokanku sakit.” ujar Aram menyesal karena makanan yang ada tidak ia makan. Bibi Kim mengangguk mengerti. “Lebih baik anda istirahat Nyonya. Anda sepertinya kelelahan.”. Aram mengangguk mengerti. Beberapa saat kemudian bibi Kim pamit pulang karena hari sudah sore. Aram mengucapkan terimakasih dan kemudian naik ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliahnya.

Aram meletakkan buku-buku refrensi kedokterannya dan menghidupkan laptopnya. Di keluarkannya semua buku catatan dan beberapa kertas-kertas. Ia menghela napas sebentar dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Kyuhyun pulang jam 9 seperti biasa. Ia terlihat lelah, wajahnya kusut dan dasinya sudah ia longgarkan. Ia berjalan menaiki tangga dengan sesekali menghela napas. Well, Kyuhyun menarik napas, naik ke kamar dan lagi-lagi ia harus berusaha keras menahan diri, batinnya. Sampai kapan ia harus seperti ini? Menahan dirinya untuk tidak menyentuh istrinya yang sangat diinginkannya? Itu sungguh sangat menyiksanya. Setiap hari ia harus tidur dengan gairahnya yang mengeras tanpa bisa dilampiaskan. Sampai jika ia tidak bisa menahannya lagi ia terpaksa harus bangun malam-malam, mengendap keluar menuju ruang kerjanya untuk melakukan onani dengan membayangkan istrinya hingga menyebut namanya.

Kyuhyun membuka kamarnya penuh antisipasi. Biasanya saat ia pulang istrinya itu sudah tidur. Belum pernah sekalipun menungguinya pulang. Kyuhyun seakan bisa menangkap arti tersirat dari sikap Aram jika gadis itu belum siap untuk bercinta dengannya. Tapi kali ini berbeda. Kamar itu gelap. Biasanya lampu tidur sudah menyala jika ia masuk ke kamar.

Kyuhyun menyerngit dan menggapai saklar yang dekat dengan pintu. Seketika ruangan luas itu terang. Tapi Kyuhyun tak melihat Aram di ranjang. Biasanya gadis itu sudah tidur saat ia pulang. Di kamar mandi? Kyuhyun meletakkan tas kantornya di ranjang lalu berjalan ke arah kamar mandi. Kamar mandi itu gelap. Bahkan lantainya kering. Dan jelas Aram tak ada disana. Kemana istrinya?

Kyuhyun berjalan keluar. Mencoba mencari di tempat yang mungkin terdapat Aram disana. Dan yang terpikir olehnya adalah perpustakaan. Di bukanya pintu perpustakaan itu dan masuk perlahan. Perasaan lega merasukinya saat melihat Aram yang duduk di salah satu bangku perpustakaan dengan kepalanya yang terbenam di antara lenganya di meja. Laptop terbuka namun mati, buku-buku berserakan di meja. Kyuhyun membelai kepala Aram lembut. Setelah dirasa tak ada pergerakan, iapun memberanikan diri untuk mengangkat Aram dan membawanya ke kamar.

Kyuhyun meletakkan Aram dengan hati-hati, takut membangunkan. Di belainya wajah Aram lembut, yang kemudian membuat keningnya berkerut. Ia meletakkan tanganya di kening Aram, seketika itu juga ia terkejut. “Panas…” Kyuhyun segera turun ke dapur untuk mengambil wadah dan air untuk mengompres Aram. Saat kembali ia melihat Aram tengah duduk dan terbatuk-batuk.

“Oh, sudah pulang.” Aram berusaha tersenyum meski ia merasakan pusing di kepalanya. Kyuhyun tersenyum lalu menghela napas. “Berbaringlah. Badanmu panas.”. Aram menyentuh keningnya. Memang panas. Pantas saja ia pusing. Ia kembali terbatuk. Kyuhyun membantu Aram berbaring. “Ada yang kau inginkan?”. Aram menelan ludahnya dengan susah karena tenggorokannya yang menyiksa. “Haus..”. Kyuhyun pun segera mengambil air yang ada di meja tak jauh darinya lalu membantu Aram minum. Aram kembali terbatuk setelah minum.

“Istirahatlah.” Kyuhyun mengompres kening Aram. Aram menghela napas. Ia merepotkan Kyuhyun. Seharusnya suaminya itu sudah istirahat karena pekerjaanya yang banyak, bukannya malah mengurusnya. Aram menghela napas. “Sebaiknya kau berganti pakaian.”

Kyuhyun mengangkat alisnya lalu mengangguk perlahan. “Aku ganti sebentar.”. Ia bangkit dan berjalan menuju lemari. Dilepasnya jasnya dan menggantungnya. Ia kemudian mengambil kaos dan piamanya lalu masuk ke kamar mandi. Aram menghela napas panjang. Mungkin ia kelelahan. Di sentuhnya keningnya yang terdapat handuk basah. Sebaiknya ia tidur.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan piamanya. Ia baru saja mandi. Dilihatnya Aram yang sudah terlelap. Ia berjalan mendekat ke arahnya dan mengganti kompresannya. Diamatinya wajah istrinya yang cantik. Rona yang selalu ada di pipinya itu kini tiada karena pucat. Bahkan bibirnya yang biasanya merah menggoda sekarang kering dan pudar. Kyuhyun menghela napas sedih lalu menundukkan tubuhnya untuk mengecup bibir Aram. “Cepat sembuh sayang.”

<br />Kyuhyun pergi ke kantor sedikit terlambat. Panas Aram memang sudah sedikit reda  tapi ia bersi keras melarang Aram kuliah karena takut akan memperburuk keadaannya. Dikantor pun Kyuhyun selalu bolak-balik menelpon rumah untuk menayakan keadaan Aram hingga membuat gadis itu geli karenanya.

Saat jam makan siang Kyuhyun kembali menelpon Aram untuk mengecek apa Istrinya itu makan atau tidak.

"Sedikit?" tanya Kyuhyun memastikan kepada Bibi kim yang mengangkat telepon.

"Ya tuan, Nyonya hanya makan sedikit. Selebihnya ia tidak makan kecuali susu hangat.".

Kyuhyun menghela napas, "aku ingin bicara padanya.". Beberapa saat kemudian suara Aram terdengar di ujung.

"Kenapa tidak makan?" tanya Kyuhyun pelan. Terdengar suara helaan napas di sebrang. "Aku sudah makan."

"Bibi kim bilang kau hanya makan sedikit."

"Aku sudah kenyang."

"Aram," kyuhyun mencoba memberi pengertian. "Kau harus makan, oke? Jangan sampai kau bertambah parah. Aku tidak mau itu terjadi."

"Ya, akan kucoba." suara Aram terdengar berat di ujung. Kyuhyun terkekeh pelan. "Jaga dirimu ya.", ia pun kemudian memutuskan sambungan dan menyimpan ponselnya. Ia segera bangkit dari tempat duduknya tadi dan berjalan keluar restoran untuk kembali ke kantornya.

Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu ruanganya. Seorang pria berkemeja hitam dan memakai jeans biru tengah duduk di sofanya dan tengah berciuman dengan sekretarisnya. Kyuhyun berdehem untuk menghentikan aktifitas menjijikan itu. Sontak sekretarisnya yang memang belum menikah itu melepaskan ciumanya dan langsung terbirit-birit keluar. Kyuhyun menatap pria yang tengah terkekeh itu dengan tajam. "Sedang apa kau disini, Anri?"

Anri mengangkat bahunya, "Yah, sebenarnya aku sedang mencarimu untuk menanyakan kabar Aram. Katanya dia sakit. Tadi aku kemari dan kau sedang tidak ada."

"Lalu kenapa kau berbuat mesum di kantorku?" Kyuhyun mulai jengkel. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa tepat di samping Anri. Anri tertawa, "Tadi itu belum terhitung mesum. Lagipula dia yang menggodaku." tatapannya kemudian serius. "Dia tidak menggodamu kan?"

"Dia wanita jalang." decak Kyuhyun. "Berkali-kali ia menggodaku, tapi secara tidak langsung.". Anri berpikir sejenak. "Lalu kenapa kau tak memecatnya?"

Kyuhyun menghela napas, "kerjanya bagus dan cekatan. Berbeda dengan sekretarisku yang dulu. Itu yang membuatku berat menggantinya."

"Well, kalau begitu, " Anri menatap Kyuhyun tajam, "Awas saja kau berani selingkuh dengannya.". Kyuhyun mengibaskan tanganya tak acuh, "tak akan. Aku punya harga diri. Wanita jalang bukan tipeku." ia kemudian menatap Anri, "tapi entah denganmu."

Anri tertawa. "Yah, dia lumayan. Cantik dan seksi. Mungkin aku akan sering datang kemari.". Kyuhyun memutar bola matanya jengkel. Ia kemudian melihat jam dan bangkit. Anri yang melihatnya menyerngit heran. "Kau sibuk?". Kyuhyun mengambil beberapa berkas dan mengangguk. Kemudian pintu terbuka dan muncul Soojin, sekretaris Kyuhyun tadi.

"Rapat akan dimulai direktur." ucapnya terdengar biasa saja, seperti tak terjadi apa-apa. Ia kemudian melirik ke arah Anri dan tersenyum menggoda. Anri yang melihatnya mengedipkan sebelah matanya dan menyunggingkan senyum menawannya.

"Anri, aku ada rapat. Jika kau mau pulang tidak apa-apa." Kyuhyun berbalik menghadap Anri. Anri menghela napas. "Tidak, aku akan menunggumu disini. Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan denganmu.". Kyuhyun mengangguk dan berjalan menuju pintu. "Kau bisa menekan saklar di dekat sofa jika kau bosan."

Oh bagus. Anri menyeringai senang. Saklar didekat sofa adalah tombol rahasia untuk merubah dinding kosong dipojok ruangan menjadi mini bar. Setelah Kyuhyun pergi. Anri segera menekan tombol itu dan voila, dinding kosong itu berputar pelan dan tergantikan dengan mini bar berisikan berbagai macam minuman penghibur. Anri mengambil satu botol brendi dan sebuah gelas.

Saat ia tengah menikmati brendinya hingga setengah botol, pintu ruangan itu terbuka dan seseorang yang dikiranya tadi Kyuhyun berjalan mendekat. Anri menyeringai melihat Soojin yang melangkah ke arahnya dan duduk di sebelahnya. "Kukira kau rapat." ucap Anri sembari meletakkan gelasnya. Soojin mengeluarkan cekikikan genit. "Aku sudah tidak dibutuhkan dirapat itu. Karena itu aku kemari."

"Begitu?" anri menyandarkan tubuhnya di sofa dan membuka dua kancing kemejanya. "Apa kau merasa panas?" tanya Anri menggoda. Soojin membuka blazernya dan membuka dua kancing kemejanya, memperlihatkan belahan dadanya yang sintal. Ia mengibaskan rambutnya kebelakang. "Ya, panas sekali.". Ia kemudian menatap ke arah Anri dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Anri. Menikmati kekerasan dadanya dan menekankan payudaranya ke tubuh Anri untuk merangsangnya. Senyuman Anri pudar begitu saja, digantikan tatapan tajam dan ringisan jijik saat menatap Soojin. Kyuhyun benar, batinnya, dasar wanita jalang. Akan bahaya jika wanita ini menggoda Kyuhyun. Anri berpikir keras cara agar semuanya bisa berjalan sesuai rencananya. Seringai kejam tercetak jelas dibibirnya.

"Hei, mau bermain denganku selagi aku menunggu bossmu?" ucap Anri menggoda. Soojin menegakkan badannya dan menatap Anri tak percaya. Ia kemudian tersenyum genit dan mencium Anri menggebu. Anri mencemooh dalam hati. Wanita ini pun bisa berciuman dengan begitu ahli.

Soojin naik kepangkuan Anri dan menekankan pinggulnya ke kejantanan Anri yang membuat Anri otomatis mengerang. Atau lebih tepatnya pura-pura mengerang. Yah, percaya tidak percaya, meski rangsangan itu membuat kejantanannya ereksi, sama sekali tak menyulut gairahnya. Ia ingin segera mengakhiri ini. Beraktifitas dengan kejantanan yang ereksi sangatlah tidak nyaman. Karena itu secepatnya ia harus menormalkannya kembali. "Bisa kita percepat? Aku sudah tidak tahan." bisik Anri menggoda. Soojin mengangguk dan kemudian membuka kancing celana jeans Anri dan  menurunkan resletingnya. Ia berhasil mengeluarkan kejantanan Anri yang sudah tegang dan keras. Setelah Soojin melepaskan celana dalamnya sendiri, ia pun mulai memasukkan kejantanan Anri ketubuhnya. Sesudahnya ia bergerak liar menuruti gairahnya dan mengerang nikmat. Anri hanya diam menatap Soojin yang memuaskan dirinya sendiri. Bergerak menggoda di pangkuannya. Dia mengumpat dalam hati. Jika bukan karena adiknya, ia takkan sudi ditunggangi wanita jalang seperti ini.

"Cukup kalian berdua." suara tenang namun penuh amarah itu seperti petir bagi Soojin yang tengah memburu kenikmatan. Kyuhyun sudah berdiri disana dengan pandangan tajamnya dan aura pekatnya, khas kemarahannya. Dengan segera Soojin bangkit dan merapikan pakaiannya. Sementara Anri dengan santai merapikan celananya dan mengambil gelas brendinya.

"Kuperingatkan padamu nona Soojin. Ini terakhir kalinya kau berbuat tidak senonoh di kantorku. Kau bukan saja mempermalukan diriku tapi juga mempermalukan perusahaan. Sekali lagi aku melihatmu meski hanya menatapku, aku akan memecatmu dengan tidak hormat."

Soojin tampak ketakutan. Anri tersenyum puas. Rencananya berhasil. Kyuhyun sangat menyeramkan jika marah. Semua orang langsung takut dan tunduk padanya. Soojin orang baru dan belum pernah melihat Kyuhyun marah, karena itu ia berani berbuat kurang ajar. Sekarang Anri yakin, Soojin tidak akan lagi menggoda Kyuhyun.

"Dan kau Anri." kali ini Kyuhyun menatap Anri tajam. Soojin sudah keluar ruangan dengan panik. Anri hanya menatap Kyuhyun dari atas gelasnya. Diletakkan gelasnya itu dan menatap Kyuhyun. "Apa?"

"Ini peringatan untukmu. Aku akan mengatakan pada ayahmu jika kau melakukannya lagi. Berhenti memperlakukan wanita seperti tadi."

Anri terkekeh dan mengangkat bahu. Ia menatap kyuhyun dan melirik ke celana Pria itu. Tawanya kontan meledak. "Berapa lama kau menguping, ha? Kau terangsang bodoh!"

Kyuhyun menggeram. Sial. Sepertinya Anri sengaja. Ia sudah lama menahan dirinya dan sekarang Anri memperburuk keadaan dengan berbuat mesum di kantornya. Tentu saja ia terangsang. Tubuhnya bergejolak menginginkan sentuhan. Ia ingin Aram.

"Kusarankan kau pulang dan temui istrimu secepatnya. Sebelum kau makin parah dan sembarangan menerkam wanita." Anri masih tertawa dan meninggalkan ruangan Kyuhyun dengan tawa berderai. Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke sofa. Anri sialan! Iparnya itu tidak pernah jera untuk mengusilinya.

"Maaf, ". Kyuhyun mendongak jengkel saat melihat Anri yang kembali dan tengah menatapnya serius. "Apa?" tanyanya kesal.

"Aku mendapat telpon." Anri menunjukan ponselnya. "Aram pingsan.". Saat itu juga Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya dan menatap Anri tegang. "Pingsan?". Setelah Anri menganggukkan kepalanya, Kyuhyun segera mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar. Ia harus pulang. Pikiranya kacau. Ya tuhan. Pingsan?

Kyuhyun tiba dirumah secepat yang ia bisa. Tepat pukul 3.15. Ia segera berlari ke kamar dan mendapati Aram tengah bersandar di ranjang dengan buku dipangkuanya. Ia terlihat terkejut melihat Kyuhyun yang pulang cepat dan terliaht panik. “Oh, Sudah pulang?”. Kyuhyun menghampiri Aram dan memperhatikannya lekat. “Kau baik-baik saja?”. Disentuhnya kening Aram. Gadis itu sudah tidak panas. Aram mengangguk, “Aku baik-baik saja. Oh ya. Bibi kim ijin pulang awal karena anaknya melahirkan.”. Kyuhyun menatap Aram terperangah. “Kau tidak pingsan?”. Aram menatap Kyuhyun bingung dan menggeleng. “Tidak.”

Kyuhyun lega bukan main. Namun berikutnya ia geram. Sekali lagi ia kena. Anri benar-benar pandai dalam mengusili. Ia kemudian menatap Aram. “Kau sudah tidak pusing?”. Aram menggeleng, “Tidak”. Kyuhyun mengangguk, ia kemudian bangkit dan melepas jasnya. Di gantungnya jasnya lalu mengambil pakaian santai untuk dikenakannya. Berikutnya ia masuk ke kamar mandi. Diiringi tatapan penuh kebingungan Aram.

 

Aram merasa canggung dirumah saat Kyuhyun pulang lebih awal. Ia terbiasa sendiri. Tapi adanya Kyuhyun membuatnya lebih nyaman. Namun salah tingkah. Kyuhyun juga sedari tadi hanya berkutat dengan laptopnya. Menyelesaikan pekerjaanya yang seharusnya ia kerjakan dikantor. Mereka berbicara hanya saat makan malam saja. Sekedar menanyakan hal-hal biasa. Lalu saat waktu tidur, Aram yang pertama kali meminta diri untuk naik. Berusaha agar tidak terlihat canggung.

 

Seperti biasa. Aram tidak bisa tidur. Ia hanya berbaring miring di ranjang sembari gelisah menatap jam dinding yang menunjukan pukul 9. Sudah terhitung 1 jam lebih ia ada dikamar. Namun Kyuhyun belum juga muncul. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan terdengar langkah kaki. Sontak Aram menutup matanya dan berpura-pura tidur.

Kyuhyun berjalan masuk dan langsung mengambil piamanya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk berganti piama. Setelah selesai ia kemudian membaringkan dirinya disebelah Aram. Berbeda dari sebelumnya, kini Kyuhyun merasa jika ia makin bergairah. Ia makin menginginkan Aram. Desahan Soojin yang terdengar bersama kilasan dimana Anri yang tengah bersetubuh dengan Soojin membuat tubuhnya terangsang parah. Kejantananya sudah berdiri dari tadi, dan itu sangatlah tidak nyaman. Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan melepas atasan piamanya. Malam ini terasa lebih panas dari sebelumnya.

Aram yang merasa ranjang sebelahnya bergerak menoleh dan melihat Kyuhyun tengah membelakanginya, duduk di pinggir ranjang. Ia pun ikut duduk yang membuat Kyuhyun menoleh kepadanya. “Ah, maaf membangunkanmu.”. Aram menggeleng pelan. Kyuhyun diam, menatap Aram lama. Oh sial! Betapa ia ingin sekali bercinta dengan istrinya itu. Keheningan ini membuatnya tersiksa. Ia pun bangkit. “Tidurlah, aku akan mengambil minum sebentar.” tentu saja Kyuhyun bohong. Ia hanya ingin pergi ke ruang kerjanya dan melakukan onani seperti biasanya.

Aram menyerngit. Minum? Bukanya ada minuman di meja? Kenapa arah Kyuhyun menuju pintu kamar? Dengan reflek dan sedikit panik Aram meraih ujung kaos Kyuhyun untuk menghentikannya. Kyuhyun sontak menoleh. “Aram?”.

Aram merasa gemetar. Apa ini saatnya? Saatnya ia menyerah pada Kyuhyun dan menyerahkan dirinya seutuhnya? Lagipula ini memang kewajibanya. Ia tak ingin jika Kyuhyun melampiaskan gairahnya pada wanita lain. Ia sudah memikirkan perkataan Anri. Mungkin memang sudah saatnya ia mempercayakan semuanya pada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Aram bingung. Kenapa Aram menghentikanya? Dilihatnya tangan Aram yang memegang kaosnya. Tangan itu gemetar. Kemudian Aram mendongak perlahan, menatapnya dengan pandangan yang… Kyuhyun menelan ludah. Tatapan Aram seperti… Kyuhyun kemudian duduk diranjang persis didepan Aram.

“Apa kau…” ia berdehem sebentar, “kau mengijinkanku menyentuhmu?” tanya Kyuhyun. Aram memerah dan mengangguk perlahan. Darah Kyuhyun kontan berdesir hebat. Seluruh gairah yang coba ia kubur menggeliat keluar dan menjalar ke seluruh tubuhnya. Napasnya terengah karena gairahnya. “Kau yakin?” Suara Kyuhyun memberat.

Dan saat Aram mengangguk pelan, Kyuhyun sudah tahu setelahnya Aram tidak akan bisa mundur. Di rengkuhnya Aram dalam pelukanya. Dibelainya lembut wajah Aram dan menyelipkan rambut yang menjuntai ke belakang telinganya, sebelum akhirnya mengecup bibir Aram lembut. Kyuhyun menegang. Merasakan kelembutan bibir aram dan juga manisnya bibir itu. Begitu menggugah dirinya.

Kyuhyun makin memperdalam ciumannya. Memagut lembut bibir Aram dan memainkannya dengan ahli. Aram sendiri hanya bisa menutup matanya menerima cumbuan Kyuhyun. Ia tidak punya pengalaman dalam berciuman. Kyuhyun adalah lelaki pertamanya.

Kyuhyun melepas ciumannya, membiarkan mereka bernapas sebentar. Matanya tak lepas memandang Aram yang merona. Gadis itu terengah-engah, dan bibirnya terbuka. Kyuhyun kembali mencium Aram dengan memasukan lidahnya. Menggeliat didalam rongga mulutnya. Membuat Kyuhyun mengerang tertahan merasakan intensitas ciuman mereka.

Perlahan, Kyuhyun membuka satu-persatu kancing piama Aram. Tetap berciuman. Saat semua kancing terlepas, di bukanya atasan piama gadis itu dan membuangnya di lantai. Aram gemetar merasakan atasan piamanya yang telah terlepas dari tubuhnya. Menampakan bra hitamnya yang masih melekat.

Kyuhyun mengelus bagian lengan Aram. Merambat ke pundak dan meluncur ke punggung. Dielusnya bagian punggung sebentar, namun mampu membuat Aram bergetar. Ia lalu mencari pengait bra Aram dan membukanya. Kyuhyun kembali mengelus punggung Aram, kemudian menidurkan gadisnya itu perlahan-lahan.

Kyuhyun bertumpu pada kedua tangan dan lututnya. Ia melepas ciumanya dan menegakkan tubuhnya, mengamati wajah Aram. Aram sendiri juga tengah menatapnya dengan wajah merah padam lalu memalingkan wajahnya. Kyuhyun tersenyum, kemudian pandanganya beralih pada bra Aram yang masih berada ditempatnya. Tanganya menggapai bra itu, lalu perlahan-lahan menariknya dan membuangnya. Menampilkan dua pasang payudara Aram yang ranum dan sintal. Kyuhyun menelan ludahnya melihatnya. Berikutnya ia melepas kaosnya sendiri dan melemparnya. Ia merendahkan tubuhnya untuk mengecup bagian leher Aram. Aram menutup rapat matanya, merasakan benda lunak dan basah menjalar di ceruk lehernya. Bergerak menggoda.

Kyuhyun menurunkan kecupannya. Dari leher, menuju bagian dada gadisnya. Aram mencengkram erat bed cover ranjang saat bibir Kyuhyun sampai di bagian payudaranya. Mengecupinya merata hingga puncaknya. Lalu saat Kyuhyun menggunakan lidahnya, Aram menutup mulutnya menggunakan punggung tanganya. Menutupi desahannya. Kyuhyun berlama-lama bermain di payudara Aram. Menjilat puting Aram dan memainkannya dengan lidahnya. Memuja payudara gadisnya. Membuat puting itu tegang dan keras. Kyuhyun mengatupkan bibirnya disalah satu puting Aram. Membuat desahan Aram lolos namun segera dibungkamnya dengan punggung tangannya.

Setelah puas dengan payudara, kyuhyun menurunkan kecupannya ke perut rata Aram. Mengecupinya sembari tanganya menurunkan celana piama Aram. Setelahnya ia membuka paha Aram. Mengelus bagian paha Aram dengan menggoda. Aram segera menutup pahanya setelahnya. Kyuhyun menatap tubuh Aram yang terbaring tak berdaya di ranjang. Membuatnya makin bergairah dan tak bisa menahan lebih lama lagi. Ia pun melepas celana dalam Aram yang masih terpasang. Hingga sekarang Aram telanjang sepenuhnya. Aram menutupi bagian payudaranya dengan menyilangkan tanganya didepan dadanya. Sekujur tubuhnya merah merona.

Kyuhyun mengelus bagian paha Aram sembari menatap gadis itu dalam. “Bolehkah?” dibukanya paha Aram lebar. Aram hanya pasrah dan menutup matanya. Merasa mendapat persetujuan, Kyuhyun merendahkan tubuhnya dan menempatkan wajahnya di bagian kewanitaan Aram.

Aram sontak membuka matanya dan mengerang merasakan cumbuan Kyuhyun di pusat tubuhnya. Kepalanya bergerak gelisah. Tanganya mencengkram erat bed covernya hingga menariknya. Bibirnya tak henti-hentinya mengerang.

Kyuhyun membelai kewanitaan Aram dengan lidahnya. Menggodanya dalam dan mencecap seluruhnya. Mengenali tubuh istrinya dan memujanya. Merasakan kenikmatan tubuh Aram yang sudah lama dinantikannya.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Turun dari ranjang  untuk melepas seluruh celananya dan kembali naik untuk menindih Aram. Kyuhyun mendesis menahan erangan saat kejantanannya yang mengeras menekan pusat tubuh Aram. Tatapan mereka bertemu. Aram masih terengah-engah karena cumbuan Kyuhyun di pusat tubuhnya.

“Boleh kulakukan sekarang?” tanya Kyuhyun serak karena gairahnya. Aram menatap Kyuhyun, pria ini sangat baik dengan meminta ijin padanya. Walaupun sebenarnya hal itu tidak perlu karena ini haknya. Dan karena kewajiban, Aram hanya bisa mengangguk pelan. Kyuhyun tersenyum, ia kembali mengecup bibir Aram dan melumatnya. Perlahan-lahan, Kyuhyun mulai mendesakkan dirinya. Aram menegang merasakannya dan mencengkram pundak Kyuhyun. Kyuhyun menggertakkan giginya dan menghela napas. “Tahan sebentar.”. Bisiknya disela ciumanya. Aram merapatkan pejaman matanya, membuat keningnya berkerut. Kyuhyun mempersiapkan dirinya, kemudian menghentakkan tubuhnya dalam-dalam.

Aram merasakan sakit yang luar biasa, membuatnya tanpa sadar menggigit bibir Kyuhyun. Pria itu mengerang dalam ciumannya dan kembali melumat bibir Aram, mengalihkan rasa sakit gadis itu. Air mata mengalir dari ujung mata Aram.

“Tahan sebentar…” bisik Kyuhyun dalam ciumannya. Ia menggerakkan tubuhnya perlahan. Aram yang merasakan desakan Kyuhyun mencengkeram pundak pria itu sebagai pelampias.

Kyuhyun menggertakkan giginya. Menahan gairahnya akan kenikmatan pada kejantanannya yang diremas kuat oleh Aram. Ia menggeram dalam hati. Sial, batin Kyuhyun. Nikmat sekali!

Kyuhyun menahan dirinya agar tidak bergerak menuruti napsunya. Ini kali pertama bagi Aram. Ia harus bersabar dan membuat gadis itu tidak takut setelahnya. Membuat Aram nyaman dan merasakan kenikmatan bersamanya. Mengenalkan dirinya pada istrinya.

Aram mengerang merasakan desakan demi desakan yang ia terima. Setiap desakan yang ia rasakan selalu menggetarkan tubuhnya hingga kepalanya. Membuat kepalanya pening dan matanya menggelap. Napasnya pun terengah-engah. Ia merasakan gelanyar panas di seluruh tubuhnya. Bergelora. Membangkitkan sebuah hasrat terpendam yang selama ini belum terbangun. Hasrat itu kini terjaga. Dan menggeliat dalam tubuh Aram. Menyala bersama api gairah Kyuhyun yang tersulut.

Dan saat Kyuhyun merasakan napas Aram yang pendek-pendek, ia makin mendesakkan tubuhnya. Menarik kenikmatan yang hampir sampai. Ketika Aram mencengkram pundaknya, dan melengkungkan punggungnya, Kyuhyun pun melepaskan dirinya. Melepaskan kenikmatannya bersamaan dengan erangan panjang istrinya.


Kyuhyun membuka matanya dan langsung terjaga. Pikirannya melayang kesaat dimana ia akhirnya bisa mendapatkan istrinya seutuhnya. Malam yang panjang dan panas. Kecantikan Aram saat gadis itu mencapai puncaknya, yang hanya bisa dilihat olehnya, membuatnya dibanjiri euforia dan pikiran sensual. Kyuhyun tersenyum mengingatnya, dan membuat gairahnya naik saat itu juga. Ia menolehkan pandangannya ke samping. Terdapat Aram yang masih terlelap dengan posisi meringkuk ke arahnya dengan selimut menutupi gadis itu hingga pundak. Kyuhyun mendekatkan dirinya dan membelai wajah Aram. “Terimakasih…” bisiknya lembut lalu mengecup kening gadis itu.

 

Aram bergerak dalam tidurnya. Ia merasakan pegal-pegal di beberapa bagian tubuhnya dan rasa tidak nyaman di bagian selangkangannya. Ia pun membuka matanya perlahan dan merenggangkan otot-ototnya yang terasa sakit.

“Selamat pagi.”

Aram tersentak dan menoleh ke sampingnya. Kyuhyun sudah terjaga dari tidurnya dan berbaring miring dengan sebelah tangan menyangga kepalanya. Sekelebat ingatan tentang apa yang terjadi tadi malam terlintas begitu saja di kepala Aram. Membuatnya merona merah.

“Maaf. Rasanya pasti tidak nyaman disini.” Kyuhyun tersenyum menyesal sembari tangannya membelai bagain perut Aram, lalu perlahan-lahan ke bawah menuju pusatnya. Aram hanya mengangguk pelan dengan wajah merah padam. Kyuhyun menghela Aram ke dalam dekapannya dan mengelus punggungnya lembut. “Meski begitu, terimakasih. Aku sangat bahagia.” dikecupnya bibir Aram lalu melumatnya. Gadis itu menutup matanya menerima kecupan Kyuhyun. Kemudian ia tersentak saat tiba-tiba sesuatu yang keras menekannya saat Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya. Pria itu terkekeh dan tersenyum meminta maaf. “Maaf, kurasa yang semalam belum cukup hingga membuatnya bangun lagi.”. Aram memerah mendengarnya. Apa pagi ini mereka akan melakukannya lagi?

Kyuhyun sepertinya bisa membaca ekspresi Aram. Ia terkekeh dan mengecup kening Aram lembut. “Sekarang aku harus menghormati virginitasmu dulu. Kau jangan takut.”.

Aram mendongak menatap Kyuhyun dengan takjub. Oh, betapa baiknya suaminya. Meski semalam bisa dibilang malam pertama yang terlambat, pria ini tidak menuntut untuk melakukannya lagi. Aram tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun membalasnya dan kembali mendekap Aram erat.


Aram membuat roti panggang dan susu di dapur. Terlalu lama jika harus memasak makanan. Apalagi ia terlambat bangun pagi ini. Terpaksanya ia hanya membuat roti dan susu.

Kyuhyun turun dari tangga dengan terburu-buru sembari menenteng tas kerjanya. Rambutnya basah dan sedikit acak-acakan. Bahkan dasinya hanya tersampir asal di lehernya. Ia hampir terlambat. Sesampainya di dapur Kyuhyun segera meminum susu yang sudah disiapkan Aram dan melirik arlojinya. “Aku harus berangkat sekarang. Kau kuliah hari ini?”.

Aram yang tengah berkutat dengan selai dan roti membalikkan tubuhnya dan menggeleng. “Hari ini tidak ada kuliah. Mungkin besok aku berangkat.”. Kyuhyun mengangguk dan berjalan ke arah pintu. Aram mengikutinya dari belakang.

“Aku berangkat.” ucap Kyuhyun sedikit terburu lalu berjalan keluar.

“Tunggu!”

Kyuhyun kembali menoleh dan menatap Aram penuh tanda tanya. “Ada apa?”. Aram menatap Kyuhyun lalu ke arah dasinya yang masih tersampir di leher. Ia mendekat ke arah Kyuhyun dan membantu pria itu menyimpulkan dasinya. Kyuhyun yang melihatnya hanya tertegun. Sebuah senyuman terukir di wajahnya.

Saat Aram selesai Kyuhyun mengucapkan terimakasih. “Aku pergi.”. Aram mengangguk sembari tersenyum. Ia menatap Kyuhyun yang berjalan tergesa ke mobilnya hingga pria itu menghilang.


 

Kyuhyun tengah memeriksa beberapa document saat pintu ruang kerjanya terbuka begitu saja. Ia mengangkat kepalanya dengan kening berkerut tidak suka. Anri masuk begitu saja dan langsung duduk di sofa.

“Ada perlu apa kau kemari?” tanya Kyuhyun sembari kembali menekuni pekerjaannya. Anri hanya menatap Kyuhyun dalam diam. Seakan mengukur-ukur apa yang akan ia katakan. Kyuhyun yang menyadari apa yang Anri lakukan memandang iparnya itu dengan penuh selidik. “Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Anri berdehem, masih memandang Kyuhyun, ia kemudian tersenyum. “Sekretaris cantikmu itu mengatakan kau terlambat datang pagi ini. Apa yang terjadi eh?” Anri menatap Kyuhyun menggoda. Kyuhyun mengerjap beberapa saat kemudian tersenyum. Anri yang melihat senyuman Kyuhyun tak bisa menahan tawanya. “Kurasa apa yang kulakukan kemarin ada gunanya.”

Begitu mendengar apa yang Anri katakan, wajah Kyuhyun berubah keras. Ia menatap Anri tajam. “Kau sengaja.”. Anri hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.

Kyuhyun menghembuskan napas kasar. “Kau gila! Untung saja aku tidak memaksakan kehendakku padanya.”

Anri mengangkat alisnya, “Tidak memaksakan kehendak? Kalau begitu bagaimana ceritanya kau bercinta dengan Aram?”

Kyuhyun menatap Anri tajam. “Jangan bahas itu! Sama sekali bukan urusanmu.”. Anri mencibir, namun ada sirat mata geli di matanya. “Kau pulang awal saja. Lagi pula aku bisa membantumu.”.

Kyuhyun tampak tak yakin dengan apa yang Anri tawarkan. Sekarang masih pukul 4 lebih. Ia biasa pulang pukul 9. Apa tidak apa-apa? Meninggalkan tanggung jawabnya dan membiarkan Anri menghendel semuanya?

“Jangan ragu begitu.” Anri terkekeh melihat ketidakyakinan Kyuhyun. “Aku juga penerus grup Asan, ingat?”.

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun memastikan. Memang Anri penerus grup Asan. Tapi ia masih anak kuliah.

“Tenang saja. Serahkan padaku. Pulanglah. Aku tahu kau ingin cepat pulang.” Anri kembali terkekeh. Kyuhyun terdiam sejenak. Tawaran yang menarik. Apa ia akan menerimanya?


 

Aram sedikit terkejut saat ia mendapati Kyuhyun pulang. Padahal waktu baru menunjukkan pukul 5. Kyuhyun tersenyum dan mengecup kening Aram. “Aku pulang.”. Aram tersenyum gugup.  “Sudah makan?”.

Kyuhyun mengangguk. “Anri tadi mengajakku makan. Maaf.”. Aram mengangkat alis, “Kakak?”. “Ya. Aku juga bisa pulang cepat karena Anri menggantikanku.” Kyuhyun tersenyum.

“Kalau begitu aku akan menyiapkan air untuk mandi.” Aram permisi ke kamar dan diikuti Kyuhyun yang mengekor di belakangnya.

Tiba dikamar Aram langsung masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat di bathub. Kyuhyun menaruh tas kerjanya di kursi dan melepas simpul dasinya. Ia duduk di ranjang sembari menunggu Aram selesai menyiapkan air. Harus ia akui jika ia bergairah lagi. Ia ingin kembali menyatu dengan istrinya yang cantik.

“Kyuhyun, mandilah. Air sudah siap.” Aram muncul dari kamar mandi. Kyuhyun tersenyum dan bangkit dari duduknya. Ia menghela Aram agar mendekat ke arahnya. “Aku merindukanmu.” dan kemudian mendekap Aram. Aram mengerjap gugup dalam dekapan Kyuhyun. Sedikit bingung dengan sikap Kyuhyun yang berbeda dari biasanya. Bisa dibilang, sejak pernikahan mereka, Kyuhyun sedikit menjaga jarak. Mungkin hanya sekedar ciuman di kening sebelum pria itu berangkat ke kantor. Tapi kali ini, Kyuhyun tampak tidak sungkan lagi.

“Aram…”

Aram merasakan sesuatu yang keras menekannya. Ia mendongak perlahan dan langsung bertatapan dengan mata hitam Kyuhyun yang menatapnya tajam dengan gairah didalamnya. Apa Kyuhyun ingin melakukannya sekarang?

Kyuhyun mengecup kening Aram dan kemudian mengecup hidungnya. Ia menunduk dengan menempelkan keningnya di kening Aram, membuat mau tak mau pandangan mereka bertemu. Kyuhyun meniup bibir Aram pelan. Membuat sensasi sensual menjalar keseluruh tubuh Aram. Gadis itu gemetar, dan akhirnya menutup matanya. Kyuhyun yang melihatnya tersenyum. Ia kemudian mengecup bibir Aram pelan, lalu menjauhkan kepalanya. Aram membuka matanya saat merasa Kyuhyun menatapnya. Pria itu kini tengah tersenyum sensual ke arahnya.

“Kau sudah bisa…?” Kyuhyun menatap Aram penuh harap. Aram sendiri memerah mendengarnya. Ia terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan. Kyuhyun kembali mengecup bibir Aram pelan. Tangannya membelai bagian pinggul Aram dan bergerak menggoda. “Boleh aku…” ia menghembuskan napas pelan ditelinga Aram lalu menjilatnya, membuat gadis itu tersentak geli. Kyuhyun mengecupi bagian telinga Aram dan terus menghembuskan napas disana. Aram makin terengah menerima rangsangan Kyuhyun. Ditambah tangan pria itu sudah masuk kebalik roknya dan membelai pusat tubuhnya. Aram menggigit bibirnya saat tangan Kyuhyun masuk ke balik celana dalamnya.

“Jawab sayang…apa aku boleh menyentuhmu lagi?” lirih Kyuhyun serak. Masih menggoda pusat tubuh Aram. Aram, yang memang sudah terangsang, mengangguk mengiyakan. Dengan segera Kyuhyun membawa mereka mundur menuju ranjang dan menidurkan Aram perlahan. Ia menyangga tubuhnya yang setengah duduk dengan satu tangan. Tangan yang lain ia gunakan untuk melepas celana dalam Aram.

Aram yang terbaring dengan dua kaki menjuntai ke bawah hanya bisa mengatur napasnya yang terengah-engah. Namun itu percuma karena setelahnya Kyuhyun kembali menggoda pusat tubuhnya dengan jarinya yang ramping namun kokoh. Aram mengerang tertahan dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

“Jangan tutupi desahanmu sayang….” Kyuhyun menyingkirkan tangan Aram yang menutupi mulutnya, “Aku ingin mendengarnya.”. Ia pun kembali menggerakkan tangannya, membuat Aram kembali mengerang. Gadis itu menutup matanya dan sesekali melengkungkan punggungnya.

Kyuhyun kemudian membuka jasnya dan juga ikat pinggang beserta resleting celananya. “Lingkarkan kakimu dipinggangku…” ia membantu Aram mengangkat kaki dan melingkarkannya dipinggangnya.

“Aram…” Kyuhyun menggeram akan jepitan istrinya yang menghimpitnya saat ia mencoba masuk. Aram menegang, ia merasa penuh. Meski tak seperti kemarin malam.

Kyuhyun mengecupi bagian leher Aram sementara ia sendiri bergerak mengikuti gairahnya. Tanganya meremas pelan payudara istrinya yang tertutup pakaian. Menggodanya dan membuatnya terbakar gairah.

Aram menggeliat pelan dibawah kuasa Kyuhyun. Erangannya terus menerus keluar seiring dengan hujaman yang diterimanya. Padahal pakaiannya dan pakaian Kyuhyun masih lengkap, namun mampu menciptakan gairah dalam diri mereka. Apalagi sekarang gerakan Kyuhyun tidak seperti kemarin. Lebih menuntut dan tidak ditahan-tahan lagi. Hingga akhirnya mereka mencapai kenikmatan dalam waktu singkat. Mereka terengah-engah dan mengatur napas masing-masing.

Kyuhyun tersenyun dan membelai kepala Aram lembut. “Apa kau sudah makan?”. Aram mengangguk, masih terengah.

“Bagus.”. Kyuhyun mengangkat Aram agar lebih ke tengah ranjang dan kemudian membuka pakaiannya beserta bra dan roknya. Ia kembali menciumi bagian leher. Aram sendiri mengerang dan mencengkeram kemeja Kyuhyun saat dengan sengaja pria itu menghisap lehernya.

Kyuhyun mengecup bagian puting dan memasukkannya dalam mulutnya. Aram sendiri mengerang merasakan betapa panasnya bibir Kyuhyun yang membungkusnya, membuatnya bergetar. Berkali-kali Aram mengangkat punggungnya saat Kyuhyun menghisap putingnya. Kyuhyun sendiri sepertinya senang mendapati Aram terangsang karena ulahnya. Ia  melepas puting Aram dan menegakkan badanya. Menyangga tubuhnya dengan tanganya yang ada di sisi kanan dan kiri tubuh Aram.

Mata Aram mengabut dengan gairah memancar dari sana. Napasnya terengah dan wajahnya memerah. Tubuhnya masih gemetar akan gairah yang ditularkan Kyuhyun. Ia merasa aneh. Kenapa sentuhan Kyuhyun bisa langsung menggetarkan seluruh tubuhnya?

Kyuhyun mebelai wajah Aram lembut, menyibakkan helaian rambutnya yang berantakan dan berjuntaian di wajahnya. Matanya sama seperti Aram. Memancarkan gairah yang membara. Tatapan mereka bertemu. Saling menatap dan seakan mengukur apa yang ada dipikiran masing-masing.

“Kau cantik sekali….” lirih Kyuhyun serak. Aram makin memerah mendengarnya. Kyuhyun mendekap Aram lalu menggulingkan tubuhnya hingga Aram yang berada di atasnya. Aram menatap Kyuhyun bingung sekaligus malu. Kyuhyun sendiri tersenyum dan membelai kepala Aram. “Sekarang giliranmu.”

Aram merona mendengarnya. Apa? Gilirannya? Apa maksud Kyuhyun sekarang dia yang… Aram benar-benar malu sekarang. Kyuhyun yang melihat keraguan Aram menangkup pipi Aram lembut. “Tidak apa-apa, sayang. Puaskan dirimu dengan tubuhku.”

Aram menelan ludahnya. Namun ia pun menegakkan tubuhnya dan menggigit bibirnya. Kyuhyun membantu menyatukan mereka. “Bergeraklah.” perintah Kyuhyun sedikit menggeram akan gairahnya. Aram pun mulai bergerak perlahan. Mengerang kecil akan ulahnya sendiri. Kyuhyun juga. Ia mendongak dan menutup matanya menerima kenikmatan. Aram makin menggerakkan tubuhnya. Mencoba menuruti hasratnya yang telah terbangun sepenuhnya. Hingga akhirnya ia lelah dan menyangga tubuhnya dengan tangan. Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya. “Lelah?”. Aram memerah sembari terengah. Kyuhyun pun bangkit duduk dan mengecup bibir Aram. Mendekap gadis itu dan menggantikannya bergerak. Aram mencengkram pundak Kyuhyun saat ia hampir mencapai puncak. Kyuhyun memasukan lidahnya dan mengantarkan mereka berdua menuju kenikmatan.

Saat semuanya berakhir, Aram terengah-engah di pundak Kyuhyun dan Kyuhyun sendiri masih mendekapnya. Berikutnya Aram mengangkat kepalanya dari pundak Kyuhyun dan menatap matanya. Kyuhyun balas menatap Aram. “Apa yang ingin kau ketahui?”. Aram sedikit terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun. Ia memalingkan wajahnya. Apakah tatapan matanya menyiratkan isi pikirannya?

“Aram?” Kyuhyun membelai pipi Aram lembut. “Apa aku salah? Aku melihat keraguan dalam dirimu.”. Aram kembali menatap Kyuhyun. Ia membuka mulutnya “Apakah…apakah ini benar?”.

Kyuhyun menyerngit. “Apa sayang?”. Aram kembali memalingkan wajahnya dan bangkit dari dekapan Kyuhyun, membuat mereka terlepas. Menarik selimut untuk menutupi ketelanjangannya dan duduk memunggungi Kyuhyun.

“Aram, Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun. Aram menghela napas panjang. “Aku hanya berpikir, jika hubungan biologis memanglah wajar bagi suami istri. Tapi,” Aram menunduk. Tak berani melanjutkan kata-kata nya. Kyuhyun mulai menangkap maksud Aram. Ia tersenyum dan mendekap istrinya dari belakang tubuhnya.

“Boleh kulanjutkan?”

Aram menoleh untuk menatap Kyuhyun. Lanjutkan?

“Kau pasti bertanya-tanya atas dasar apa aku ingin bercinta denganmu.” Kyuhyun tersenyum. Aram menunduk. Seakan membenarkan kata-kata Kyuhyun.

“Sudahkah aku mengatakan jika aku mencintaimu?”.

Aram terperangah dan langsung mengangkat wajahnya. Kyuhyun tengah menatapnya dengan lembut. Apa? Kyuhyun mencintainya?

“Ya sayang,” Kyuhyun seakan bisa membaca pikiran Aram. “Aku mencintaimu. Seluruh dirimu.”

10394863_623420304432188_8105346129940678883_n